PROJECT MANAGEMENT
Tantangan utama manajemen proyek adalah mencapai semua tujuan proyek dengan tetap memperhatikan batasan yang telah ditentukan sebelumnya, yang sering dikenal sebagai "Triple Constraints" atau "Segitiga Proyek": Lingkup, Waktu, dan Biaya.
Manajer proyek yang efektif harus menguasai sepuluh area pengetahuan inti, yang terintegrasi di seluruh lima fase siklus hidup proyek:
- Manajemen Integrasi Proyek: Proses yang diperlukan untuk mengoordinasikan semua area pengetahuan lainnya. Ini adalah "perekat" yang menyatukan proyek.
- Manajemen Lingkup Proyek: Menentukan dan mengendalikan apa yang termasuk dan tidak termasuk dalam proyek.
- Manajemen Jadwal Proyek (Waktu): Mengelola penyelesaian proyek tepat waktu, termasuk menentukan aktivitas, pengurutan, estimasi durasi, dan pengembangan jadwal.
- Manajemen Biaya Proyek: Merencanakan, memperkirakan, menganggarkan, dan mengendalikan biaya agar proyek tetap sesuai dengan anggaran yang disetujui.
- Manajemen Mutu Proyek: Memastikan bahwa proyek memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan.
- Manajemen Sumber Daya Proyek: Mengelola anggota tim, peralatan, material, dan sumber daya fisik lainnya yang dibutuhkan untuk proyek.
- Manajemen Komunikasi Proyek: Memastikan perencanaan, pengumpulan, pembuatan, pendistribusian, penyimpanan, pengambilan, pengelolaan, dan penyelesaian akhir informasi proyek yang tepat waktu dan tepat.
- Manajemen Risiko Proyek: Mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons risiko proyek.
- Manajemen Pengadaan Proyek: Memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan dari luar tim atau organisasi proyek.
- Manajemen Pemangku Kepentingan Proyek: Mengidentifikasi semua orang atau organisasi yang terdampak proyek dan mengelola keterlibatan serta ekspektasi mereka di sepanjang siklus hidup proyek.